CULINARY : ENTOK SLENGET KANG TANIR

7:51 PM

Saya sebenarnya adalah tipe orang yang suka menjelajah suatu tempat seorang diri. Termasuk untuk urusan kuliner, saya sering cari-cari tempat makan baru atau kerap mendatangi suatu tempat makan sendirian. Bukan karena tidak mau ditemani, karena kadang kalau janjian sama orang atau teman suka jadi wacana aja.

Tapi tidak kemudian semua tempat saya datangi. Saya juga pilih-pilih dan liat-liat dulu tempatnya, oke nggak kalau buat makan sendirian. Tempat ini juga sudah lama ingin saya datangi, setelah beberapa kali saya lewat, tapi nggak ada keberanian untuk mampir seorang diri.

Entok Slenget Kang Tanir, berlokasi di daerah Pules Lor, Donokerto, Turi, Sleman. Kalau dari rumah saya mah deket banget, nggak sampai 15 menit hehe. Kadang ada untungnya juga punya rumah jauh dari peradaban kota :p 


Ancer-ancernya kalau dari Jl. Magelang, belok ke Jl. Turi sebelum Pasar Sleman. Ikuti jalan ke utara, lumayan jauh sekitar 4km sampai ketemu perempatan lampu merah. Masih ke utara lagi sampai melewati jembatan (hanya cukup 1 mobil), nanti Entok Slenget ada di kanan jalan setelah jembatan. 

Kalau dari Jl. Palagan, sampai di Jl. Palagan Km. 15 nanti ada plang MTS Sleman, ambil kiri. Setelah ketemu puskesmas masih lurus lagi sampai ketemu lampu merah, belok kanan terus ke utara hingga melewati jembatan dan Entok Slenget ada di kanan jalan setelah jembatan.

Akhirnya saya tiba di tempat ini bersama keluarga saat sore menjelang berbuka puasa. Alhamdulillah ayah sudah ditempatkan di Yogyakarta sampai masa pensiun tiba, jadi kalau mau kemana-mana sudah gampang sekarang XD Sebelumnya, saya pernah dibawakan entok slenget ini oleh sepupu. Saking lamanya saya sampai lupa kapan, sepertinya waktu awal-awal kuliah dulu dan kalau tidak salah lokasinya bukan yang ditempat sekarang ini. Dulu harganya satu porsi sudah IDR 17.000 (termasuk nasi + lalapan + minum). Dan ternyata sekarang juga sudah naik harganya haha. Oh ya, di daerah Turi dan Sleman sendiri memang banyak penjual entok slenget, kalau ingin dapat yang enak harus pintar-pintar pilih warung ya.


Belum ada pukul setengah 5 sore, warung ini sudah buka dan cukup banyak pengunjung yang datang. Rata-rata mereka memesan untuk dibawa pulang, termasuk saya. Oh ya, sebelumnya ada yang tahu entok itu apa? 

Entok biasa disebut oleh orang jawa 'mentok' atau itik manila. Sama-sama masuk kategori unggas dari keluarga bebek. Kalau orang Jerman nyebutnya Muscovy Duck/Barbary Duck. Kalau dibanding bebek, mungkin entok ini dagingnya lebih alot jadi memasaknya harus cukup lama sampai mendapatkan kematangan yang sempurna. 

Di Entok Slenget Kang Tanir ini, sebenarnya bumbunya tidak jauh dari bumbu rica-rica yang memiliki cita rasa pedas dan sedikit manis. Disini kalian bisa request jumlah cabainya sesuai keinginan. Entoknya sendiri sebelum dimasak dengan bumbu, sudah diungkep terlebih dulu namun berupa potongan kecil jadi lebih empuk nantinya. Saat akan disajikan, barulah si entok tersebut dimasak dengan bumbu-bumbu yang telah disiapkan.



Entok Slenget (IDR 16.000)


Inilah penampakan entok slenget yang sudah dimasak. Kalau kalian suka jeroan, boleh minta ditambahkan didalamnya. Saya pesan 6 bungkus tadi, 3 pedasnya sedang dan yang 3 lagi super pedas. Kalau yang sedang sih tadi di kasih 3 cabai rawit sama bapaknya. Gimana yang super pedas ya hahaha..

Harga IDR 16.000 itu untuk satu porsi entok slenget, belum dengan nasi dan minum. Rasanya? Wah! Emang mantap banget! Walau sudah dibungkus tetap enak rasanya dan yang penting dagingnya itu empuk sekali. Bumbunya juga merasuk ke dagingnya, ditambah dengan kuahnya yang pedas bikin kamu merem melek deh :D mungkin kalau di makan di tempat, sensasinya akan berbeda.


Jadi, kata siapa kuliner di Yogyakarta itu hanya Gudeg? Salah besar! Kamu harus berani blusukan dan juga melewati banyak kecamatan untuk sampai ke tempat-tempat kuliner yang oke punya, salah satunya Entok Slenget Kang Tanir ini. Ada satu lagi warung makan yang ingin aku kunjungi di daerah Tempel. Blusukan juga sih (kalau dari kota :P) tapi dekat dengan rumah haha. Sayangnya kemarin dua kali kesana nggak pernah jodoh, selalu tutup dan sudah keburu puasa. Jadi mari kita coba lain waktu.

Selamat mencoba ya!

You Might Also Like

0 komentar